Sebuah Agama Tanpa Tuhan Tidak Semua Agama

Pada 1935 seorang fisikawan Austria, Erwin merumuskan percobaan teorisnya yang terkenal untuk bagai mana menjelaskan bagai mana kejadian-kejadian berubah ketika meraka menelitinya. Akibatnya ia membawa ajaran-ajaran perkumpulan rahasia tentang sehari-hari dan menerapkanya pada alam sub-atomis. Pada keadaan tertentu pada masa kanak-kanak,kita semua bertanya-tanya apakah sebuah pohon yang tumbang benar-benar bersuara jikaterjadi di tengah hutan dan tidak ada orang mendengarnya disana.

Tentu kita mengatakan, bunyi yang tidak terdengar oleh siapa pun tidak layak di jelaskan sebagai bunyi. perkumpulan rahasia itu mengejar bahwa spekulasi seperti itu benar. Menurut mereka, sebuah pohon hanya tumbang di tengah hutan, betapa pun jauhnya sehingga orang di suatu tempat dan pada waktu itu, terpengaruh olehnya.

Tidak ada yang terjadi di mana pun di kosmos ini kecuali ada hubungan pikiran manusia. Dalam pengalaman, seekor kucing duduk di dalam sebuah kotak dengan materi radio aktif yang memiliki kemungkinan lima puluh persen bisa membunuh kicing itu. Baik kicung itu mati maupun hidup.

Kemungkinan tetap lima puluh persen terjadi pada waktunya seperti adanya, hingga kini membuka kotak untuk melihat apa yang ada di dalam nya. Dan ketika itulah pereristiwa yang sesungguh nya peristiwa mati atau sematnya kucing itu terjadi. Namun, tak kalah benarnya jika dinyatakan bahwa humanisme liberal Barat bukanlah sesuatu yang secara alamiah datang kepada kita sebagaimana apresiasi atas seni atau puisi, ia harus ditumbuhkan. Humanisme itu sendiri merupakan, tentunya, bersifat teistik.

Cita-cita etika sekular kita mempunyai disiplin pikiran dan hatinya sendiri dan menyediakan bagi manusia sarana untuk menemukan keyakinan pada makna tertinggi kehidupan manusia seperti yang pernah disediakan oleh agama-agama konvensional. setelah melihatnya apa yang terjadi baru tahu apakah kita membunuh atau menyelamat kannya kucing itu terjadi. perkumpual-kumpuan itu selalu mempertahan kan pendapat bahwa ke seharian dunia berkelakuan sama.

Dalam perkumpulan rahasia itu sebuah koin yang di lempar berkali-kali dalam ke adan laboraturum yang ketat akan tetap mendarat dengan gambar kepala di atas sebnyak lima puluh persen dari kasus hukum probabilitas. Semoga kalin dapat faedahnya  setelah apa yang sudah di jabarkan di atas. Dan artikel ini dari   http://988poker.me/  Terimakasi.