Dalam pemahaman umum, teori dianggap tidak berhubungan dengan praktik, sehingga tidak ter-lalu diperhatikan dalam latihan. Namun, konsep-konsep dasar (teori) yang tersaji di Agen Sbobet ini realistis dan dapat . diterapkan yang diharapkan berperan sebagai alat penilai dalam setiap latihan yang Anda rancang. Jika mampu memahami konsep sebuah kegiatan, gunakanlah kegiatan tersebut. Sebaliknya, jika tidak dapat memahaminya, Anda sebaiknya mengubah kegiatan tersebut untuk memenuhi tujuan Anda atau tidak menggunakannya sama sekali. Berikut ini adalah tiga konsep dasar, yang mungkin mirip, tetapi tidak sama.

Konsep Dr. Musku Mosston: Tali Miring

Dr. Mosston adalah pelopor identifikasi dan pengembangan metode dan gaya mengajar dalam bidang pendidikan jasmani. Bukunya yang terkenal adalah Teachingfom Command to Discovery (Mengajar dari Perintah menjadi Penemuan). Konsep tali miring berasal dari metode tradisional untuk mengeliminasi peserta seiring dengan naiknya tingkat kesulitan, seperti yang terjadi dalam pennainan Iompat tali. Permainan ini diawali dengan meletakkan tali diatas tanah dan setiap peserta melompatinya. Kemudian, dua peserta membentangkan tali dan menaikka’n posisinya, sedangkan peserta yang lain kembali melompatinya. Pada tahap ini, peserta yang gagal mélompati tali akan tereliminasi. Proses eliminasi ini terus berulang hingga didapati seonang pemenang, yang sayangnya muncul dengan mengorbankan‘peserta. lain. Permainan menghindar bola juga dilakukan dengan sistem seperti ini. Pendekatan ini sangat menghambat perkembangan anak-anak karena mereka yang sebenarnya butuh lebih banyak latihan malah tereliminasi lebih dulu.

Dalam pendekatan Dr. Mosston, tali yang digunakan dipasang miring. Dengan demikian, anak-anak dapat berlari dan melompat pada bagian yang mereka rasa bisa berhasil. Mereka mendapat kesempatan unuk berlatih pada tingkat kemampuan mereka sendiri. Saat peserta merasa nyaman dan yakin, mer¢ka akan mencari tantangan yang lebih besar. Anak-anak tidak akan mau melanjutkan permainan jika mereka terus tereliminasi atau harus menunggu giliran. Dengan diberi kesempatan, peserta akan mencari tantangan dan mengambil risiko. Pelatih yang baik harus dapat memberi dorongan bagi setiap pemainnya. Permainan Semuanya Jadi (#45) adalah contoh bagus dari konsep ini. Semua pemain masing-masing mendapat satu bola dan mencoba menepuk pemain lain sebanyak-banyaknya dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Bila terkena tepukan, pemain masih boleh melanjutkan permainan. Juga, tidak masalah apakah para pemain berhasil mengumpulkan 5 atau 25 poin, semua pemain bisa bermain sesuai dengan tingkat keterampilan masing-masing.